Desi Sri Desi Sri

Ada Kisah Cinta yang Tertinggal di Ganjuran Bantul

Setiap orang pastinya ingin melupakan masa lalu, karena terkadang banyak kenangan yang tidak seharusnya kembali diingat. Namun, untuk kali ini, ada masa lalu yang sebaiknya harus selalu diingat dan dikunjungi karena ada banyak hal yang bisa kita pelajari.

Belajar dari masa lalu? Kenapa tidak? Kita bisa berkunjung ke beberapa tempat di Bantul tepatnya di desa Ganjuran. Meskipun kamu berada di puluhan kilometer jauhnya, kamu bisa berkunjung kesini untuk mengenang kembali masa lalu lho. Dan masa lalu ini tidak menyakitkan, justru menyenangkan karena banyak spot menarik yang bisa kamu jadikan tempat berfoto. Ajak juga teman-teman yang lain untuk bisa seru-seruan bareng disini.

Ada sedikit bocoran di awal nih, dulunya dalam Babad tanah Jawa, Ganjuran adalah sebuah wilayah Alas Mentaok yang dinamakan Lipuro. Kenapa namanya berubah jadi Ganjuran? Hal ini ternyata berkaitan dengan kisah percintaan Ki Ageng Mangir dan Rara Pembayun yang sempat diasingkan. Dari kisah itulah tercipta tembang Kala Ganjur yang berarti tali pengikat dasar manusia dalam mengarungi kehidupan bersama dengan dasar cinta. So sweet banget kan? Nah, dari nama tembang itulah desa ini yang dulu bernama Lipuro berubah menjadi Ganjuran.

1. Jalan Ganjuran, Menuju Masa Lalu Tak Selamanya Menakutkan, Justru Menakjubkan

Menikmati pagi hari nggak selalu harus dengan memandangi sunrise lho, karena jika kamu mau tempat lain yang bisa kamu jadikan tempat untuk menikmati embun pagi, disini salah satu tempatnya. Jalan Ganjuran. Setelah beberapa waktu yang lalu sempat hits di instagram, jalan asri yang di kanan dan kirinya berjajar pohon serupa cemara yang rapi menjulang, dipadu dengan hamparan sawah yang hijau banget. Nah, karena memang tempat di jalan raya, untuk kamu yang ingin berfoto pastikan kalian datang ketika jalanan masih sepi ya, berangkat sebelum subuh pun boleh, pastikan kalian bisa bangun pagi, karena jika sudah mulai siang maka akan banyak kendaraan yang lewat.  Tempat ini juga sering digunakan sebagai tempat pre-wedding lho.

Masih bingung tempatnya dimana, dari arah ring road selatan melewati Jalan Bantul menuju Samas, ada papan petunjuk di jalan menuju Gereja Ganjuran. Lho? Kok ke gereja? Tentu saja, karena "masa lalu" yang disebut dari tadi adalah Gereja yang terawat dari jaman baheula. Oh iya, jika masih bingung juga dengan rutenya, coba tengoklah ke Google Maps, atau tanyakan pada rumput yang bergoyang, hehehe.

2. Perbedaan Itu Seharusnya Menyatukan, Seperti Gereja Ganjuran yang Kental dengan Nuansa Jawa

Namanya Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran. Gereja yang merupakan rancangan dari arsitek Belanda, J Yh van Oyen dalam perkembangannya disempurnakan dengan sentuhan khas Jawa yaitu pembangunan sebuah bangunan serupa candi yang dinamai Candi Hati Kudus Yesus. Candi ini pun terdapat teras yang dihiasi dengan relief bunga teratau dengan patung kristus dengan pakaian Jawa, tempat ini biasanya digunakan untuk misa dan ziarah. 

Oh iya, untuk kamu yang ingin mengikuti misa dalam bahasa Jawa dan nyanyian lagu yang diiringi gamelan, kamu bisa datang ke gereja ini setiap hari Kamis hingga Minggu pukul 05.30 WIB, setiap malam Jumat pertama, setiap malam Natal dan setiap Sabtu Sore pukul 17.00 WIB. Misa dalam bahasa Jawa itu digelar di pelataran candi, namun untuk misa harian setiap pukul 05.30 WIB yang diadakan di dalam gereja. Wah, tetap nggak keluar dari tradisi Jawanya ya.

Nah, disinilah kamu bisa belajar sejarah dengan inkulturasinya, selain itu juga akan menumbuhkan rasa toleransi yang dewasa ini kian tergerus jaman. Karena ternyata bukan hanya agama Islam saja yang melebur bersama budaya Jawa untuk syiarnya.

Related Posts

Aku-dan-mitos-masjid-agung-mataram Aku dan Mitos Masjid Agung Mataram
Masjid adalah rumah Tuhan yang suci. Manusia adalah hamba, yang senantiasa meminta Dan selalu mensucikan tempat-NYA
/
Prie Dn /
21 1464 0
Bukit-pengilon-kala-pagi Bukit Pengilon Kala Pagi
.
/
Widarko Hartono /
0 971 0