Sumber: Dok. Pribadi
Azwar Anas Azwar Anas

Gudeg Pawon, Suasana Pawon Sebenarnya

Untuk yang pernah merasakan masa kecil di desa tentu saja tak asing dengan kata pawon/dapur dimana kita bisa mengambil makanan untuk bersantap. Suasana ala pawon bisa kamu temukan di perkotaan seperti di Gudeg Pawon yang ada di Yogyakarta.

Hai Sobat Travellers Jogjavacanza, kalian pasti tahu kan Gudeg Pawon yang legend tersebut. Jika kebetulan kalian ke Jogja, kalian wajib coba gudeg satu ini. Darimana pun kalian berada, silahkan susuri Jl. Kusumanegara hingga sampai di depan Pamela Swalayan, nah, di depan Pamela Swalayan itu ada gang masuk menuju daerah Janturan. Tidak jauh dari gang masuk, hanya sekitar 300M, silahkan lihat ke kanan jalan dimana ada banyak mobil dan motor parkir. Disitulah Gudeg Pawon berada.

1. Suasana Pawon Pedesaan ala Gudeg Pawon

Suasana Pawon Pedesaan Ala Gudeg Pawon Sumber: Dok. Pribadi

Apa sih yang biasanya kalian temukan di pawon/dapur? Tentu saja bahan makanan dan olahan makanan yang siap disajikan. Nah, di Gudeg Pawon pun kamu bisa menemukan suasana pawon yang biasa kalian rasakan di desa. Ada kantong beras, ada dipan dan perabotan perang buat masak Gudeg yang istimewa. Dengan kesederhanaan inilah yang membuat semua orang menyatakan tempat makan ini tergolong unik. Kondisi cat yang terlihat menguning itu menandakan Gudeg Pawon ini sudah lama dikenal. Bahkan antrinya pun memanjang kayak mau nonton konser Bonjovi (sedikit lebay nggak papa dong). Oh iya, jika kalian pengen kesana dan tidak ingin antri panjang kali lebar yang super panjang banget itu, usahakan jam 22.00 WIB sudah sampai ya. 

2. Dapur Sederhana, Rasa Luar Biasa

Dapur Sederhana, Rasa Luar Biasa Sumber: Dok. Pribadi

Ketika kalian memesan gudeg ini, kalian akan mendapati banyak sekali baskom dan panci beserta ibu-ibu yang ramah. Dengan kesederhanaan dalam memasak yaitu dengan kayu bakar, menjadikan rasa Gudeg Pawon ini begitu khas. Daging nangka (Tewel) tidak terlalu manis, daging ayamnya pun renyah empuk, apalagi kuah gudegnya, khas banget. Inilah yang menjadikan saya kesana untuk kedua kalinya. Meskipun harus capek antri demi sepiring gudeg, namun rasanya yang begitu khas bisa menjadi penawarnya. Jika kalian memilih untuk makan di tempat (istilah kerennya dine in, hehehe) ada banyak teras tetangga yang siap menampung kalian, asal jangan teras mantan ya travellers (woakakaka). Demi cita rasa luar biasa, saya pun membeli 4 menu Gudeg Pawon, dibayar 1 lembar Rp 100.000,- dan masih ada kembaliannya lho, lumayan deh, bisa buat parkir. 

3. Kunci Utama untuk Menikmatinya adalah Sabar

Kunci Utama Untuk Menikmatinya Adalah Sabar Sumber: Dok. Pribadi

Bisa dilihat deh gambar di atas, itu gambar saya ambil pada saat didalam, dan tahu nggak? Di luar rumah pun antrian masih panjang. Inilah tempat untuk menguji seberapa sih batas kesabaran kalian. Nah, sambil ngantri kalian jangan hanya diam saja, cobalah untuk ngobrol satu sama lain supaya tidak jenuh, siapa tahu bisa nemu jodoh juga disini. Antrinya panjang tapi yang antri ca'em ca'em alias cantik euy. Jadi kalian nggak bakalan ngerasa lonely deh. Demikian cerita singkat ini semoga bisa menjadi tujuan wisata kuliner jika kalian ke jogja dan tentunya suka Gudeg yah. 

Related Posts

5-wedang-ini-bakal-jadi-teman-nongkrong-yang-asik-di-angkringan-jogja 5 Wedang Ini Bakal Jadi Teman Nongkrong yang Asik di Angkringan Jogja
Angkringan merupakan salah satu jenis warung makan yang sangat dikenal di Jawa, terutama di Jogja. Harganya yang menjangkau semua kalangan merupakan salah satu alasan kenapa angkringan masih dicintai dan begitu laris.
/
Rendi Pangkisuwito /
28 737 0
De-kendhil-restoran-dengan-nuansa-jawa-modern De Kendhil: Restoran dengan Nuansa Jawa Modern
Bagi kamu penikmat kuliner tradisional, wajib mampir ke salah satu restoran yang ada di Jalan Kaliurang km 5 Yogyakarta. De Kendhil Resto menawarkan sensasi makan dengan nuansa Jawa tradisional berpadu dengan nuansa klasik modern.
/
Darin Rania /
1 1500 0