Sumber: Dok. Pribadi
Dimas Ragil Dimas Ragil

Hangatnya Mentari Pagi Jogja di Gunung Api Purba

Perbedaan mendasar antara liburan dan traveling yakni pada tujuan. Liburan murni untuk bersenang-senang sedangkan traveling tujuannya biasanya lebih untuk mencari pengalaman disetiap perjalanan, inilah kisah perjalananku di gunung api purba nglanggeran

Malam itu kami berkumpul seperti perkumpulan anak muda biasa di malam minggu. Perbedaannya hanya di malam minggu itu kita tetap bekerja di tempat yang biasa kami juluki Coliving Space. Sebuah tempat dimana kumpulan anak muda menghabiskan mayoritas waktunya baik untuk bekerja maupun hidup untuk menciptakan sebuah solusi melalui teknologi, Startup, banyak orang menyebutnya. Bekerja dan berkumpul cukuplah menjadi asupan kami para pemuda yang mayoritas adalah anak rantau di bumi Jogja ini. Namun, malam itu terasa berbeda karena ada satu sahabat yang nyeletuk untuk mengajak hiking ke gunung. Wah sebuah ide yang cukup kontroversial bagi orang-orang yang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan monitor. Setelah diskusi, koordinasi dan si si si yang lain akhirnya sepakat ada beberapa orang untuk bertekad berangkat.  Tujuannya adalah gunung api purba, Nglanggeran.  

1. Berlari Menjemput Mentari

Berlari Menjemput Mentari Sumber: Dok. Pribadi

Gunung Api Purba adalah sebuah gunung yang berada di selatan kota yogyakarta atau lebih tepatnya di kabupaten Gunung Kidul. Konon katanya gunung ini dulu adalah gunung berapi yang saat ini sudah tidak aktif lagi. Beberapa tahun yang lalu mungkin gunung ini hanya dianggap sebuah fenomena alam saja. Tidak terlihat potensi wisata maupun ekonomi didalamnya. Namun, pemuda daerah tersebut tak tinggal diam. Fenomena alam ini dikemas dengan baik menjadi sebuah pesona wisata yang mengagumkan.

Bagi masyarakat kota, berkunjung menikamati udara segar tanpa polusi adalah sebuah kenikmatan tersendiri. Hangatnya mentari pagi pun akan terasa berbeda. Bagi kami, pemuda yang setiap harinya hanya melihat keindahan alam melalui layar kaca smartphone dan laptop, menjemput mentari pagi bukanlah sebuah misi yang biasa. Ini adalah misi bermakna ditengah rutinitas yang tak henti. 

Pagi itu kami pergi menjelang shubuh demi mencapai puncak dikala mentari pagi menampakkan diri. Berangkat dari tengah kota jogja dengan motor. Kota jogja menuju desa wisata nglanggeran menempuh waktu sekitar satu jam. Pukul setengah lima lebih kami sudah sampai lokasi. Dengan membayar 20ribu rupiah per orang. Ini adalah tarif baru yang diterapkan pertengahan tahun 2016. Kok mahal sih?, dulu kan cuma 7 atau 9 ribu tanyaku. namun salah satu teman berkata bahwa ada tujuan dibalik naiknya harga dari 7ribu menjadi 20ribu yakni agar kelestarian alam dan budaya tetap terjaga. Dengan adanya kenaikan tarif ini secara otomatis menfilter orang yang bersungguh-sungguh ingin menikmati sebuah ekowisata ini. Entahlah pasti ada kontroversi di setiap aksi yang dibuat.

Persiapan matang baik itu bekal, senter hingga alas kaki patut diperhatikan. Gunung ini memang tidak tinggi. Satu jam perjalanan bagi pendaki profesional dan lebih dari itu bagi pemula. Bisa ditebaklah, 7 orang pemula dan hanya 2 orang pro. Berlari adalah cara kami menjemput mentari. Maklum waktu sudah masuk jam fajar. Namun, berlari bukanlah sebuah solusi karena medan dari gunung api purba ini cukup ekstrim dengan adanya bebatuan besar disekitar ditambah dengan gelapnya malam. 

2. Nikmatnya Lelah Pada Tiap Langkah

Nikmatnya Lelah Pada Tiap Langkah Sumber: Dok. Pribadi

Indahnya perjalanan adalah ada di tiap langkah. Indahnya alam yang ada di kiri kanan jalan tentu adalah alam yang tak biasa dilihat di keseharian. Rasa tanah bercampur air hujan pun adalah sebuah rasa yang membentuk pengalaman berbeda. Tak hanya itu, adanya teman perjalanan. Percaya atau tidak, teman perjalanan ini adalah kunci kenikmatan perjalanan itu. Perjalanan menuju puncak bukanlah sebuah perjalanan yang mudah. Walaupun bukan sebuah rintangan yang besar, namun rintangan yang ada di setiap langkah itu berubah menjadi sebuah momen indah jika itu dilewati bersama.

Ada kata mutiara yang menyebutkan bahwa jika ingin mengetahui karakter asli seseorang maka ajaklah dia naik gunung. Saya memercayai hal tersebut, besar atau kecil sifat asli seseorang itu akan muncul dikala lelah menyapa. Yang diperlukan bukanlah menyalahkan sifat asli itu, tapi mencari sifat penyeimbang. Tak mungkin ada orang yang tak punya kurang, pasti ada. Tinggal bagaimana kita melengkapi. Disinilah trust, teamwork, empathy hingga toleransi itu diperlukan. Perjalanan itu membutuhkan langkah langkah yang melelahkan, cara kita menikmati setiap langkah adalah kunci.

3. Bukan Tentang Puncak tapi Tentang Sebuah Perjalanan

Bukan Tentang Puncak Tapi Tentang Sebuah Perjalanan Sumber: Dok. Pribadi

Rasa lelah, keringat, hingga emosi tentunya selalu hadir di setiap perjalanan menuju puncak. Perjalanan menuju puncak nglanggeran cukuplah melelahkan. Rimbunnya hutan hingga suara alam adalah penebus setiap lelah di perjalanan. Guyonan receh hingga berbobot yang terlontar oleh teman perjalanan adalah permen dengan glugosa berlebih yang mampu membuat energi itu terus ada. Puncak yang dinanti tak kunjung datang, padahal mentari sudah menyapa kita di setiap jalan. Gagal lah melihat sosoknya muncul dari puncak. 

Setelah melewati beberapa sudut hutan, puluhan cerita perjalanan, dan ratusan menit terlewat sampailah kita di puncak gunung nglanggeran. Lega, rasa itu yang keluar. Ya, memang ini bukanlah kisah pendakian puncak tertinggi. Namun, mengetahui bahwa perjalan ini berujung adalah sebuah kelegaan tersendiri. Rasa syukur bisa melihat keindahan gunung nglanggeran dari atas sungguh sebuah pengalaman yang berkesan. Tebing yang disebut purba itu nyata adanya. Jika anda pernah mendaki ke nglanggeran pasti ada nuansa "purba" tersebut. 

Puncak adalah sebuah kesuksesan dari perjalanan. Rasa bangga terlontar keras, akhirnya sampai puncak. Namun ketika kita berkumpul, rebahan dan berusaha menikmati keindahan puncak, yang terlintas adalah momen perjalanan menuju puncak. Perjalanan itu lah keindahan tersendiri yang menjadi kunci nikmatnya sebuah puncak. Keringat, guyonan, emosi yang keluar hingga perbedaan adalah makna sebuah puncak perjalanan. Mungkin itu lah arti hidup. Kita selalu melihat bahwa kesuksesan adalah sebuah puncak tapi terkadang terlupa bahwa untuk mencapai puncak kesuksesan diperlukan pengorbanan berupa keringat, tangis, malu hingga gagal. Siapa yang mampu bangkit dan terus berjalan lah yang pada akhirnya sampai puncak. Cara kita menyikapi perjalanan hidup saya kira sama dengan cara kita memaknai perjalanan menuju puncak gunung purba ini. 

So, bagi kalian yang ingin melakukan perjalanan. Jangan lupa list gunung api purba nglanggeran ini dimasukkan ya, Karena terkadang berwisata jika dimaknai lebih dalam bukan hanya tentang berfoto-foto cantik dan mendapatkan ratusan likes. Berwisata adalah cara kita bersyukur pada apapun yang kita hadapi dan memaknai setiap perjalanan yang dilalui.  


Related Posts

4-destinasi-seru-menikmati-liburan-idul-adha-di-yogykarta 4 Destinasi Seru Menikmati Liburan Idul Adha di Yogykarta
Long weekend di awal bulan September akan sangat disayangkan jika hanya berdiam diri saja di rumah. Jika kemarin sudah berpesta ria dengan daging qurban, hari ini saatnya berlibur ya.
/
Eva Yuliana /
3 573 0
Taman-sungai-mudal-kulonprogo-yogyakarta Taman Sungai Mudal , Kulonprogo,Yogyakarta
Ini adalah salah 1 tempat wisata di daerah Kulon progo, tepatnya di daerah Jatimulyo,Girimulyo,Kab. Kulonprogo Selain pemandangan nya yg indah, air yg berwarna kebiruan juga menambah kenikmatan bagi para wisatawan yg Beekunjung
/
Harry /
0 1669 0