Sumber: Dok. Pribadi
Elisabeth Murni Elisabeth Murni

Jatuh Cinta dengan Kirana di Goa Jomblang

Pernahkah kalian mengalami momen dimana hidup hanya bergantung pada seutas tali yang melekat di badan? Tubuh kalian melayang di antara dedaunan yang tumbuh di dinding tebing, sedangkan tanah yang harus dijejak masih belasan meter di bawah.

Beragam pikiran buruk pun mulai melintas di kepala. Bagaimana jika tali putus? Bagaimana jika carabiner yang menghubungkan tubuh dengan tali lepas? Bagimana jika seat harness yang dikenakan kendor? Bagaimana jika pohon yang menjadi tambatan ujung tali tumbang? Dan belasan bagaimana lainnya.

Saya pernah berada dalam momen tersebut. Di tengah segala kecemasan, ketakutan, dan kegamangan yang melingkupi diri, satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah berserah penuh dan percaya. Percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja, percaya pada kekuatan tali yang menopang tubuh, serta percaya pada kawan-kawan yang menjadi belayer. Dan pada akhirnya kepercayaan itulah yang membuat saya tenang serta tiba di dasar dengan baik-baik saja.

Jika kalian penasaran dan ingin merasakan adrenalin terpacu sampai titik tertinggi seperti yang saya rasakan, sebaiknya kalian segera bergegas menuju Gua Jomblang. Terletak di kawasan geopark Gunungsewu, tepatnya di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Gua Jomblang menawarkan wisata petualangan yang benar-benar menguji nyali. Karena apa yang saya ceritakan baru appetizer alias pembuka petualangan, masih ada beberapa hal menakjubkan lain yang akan kalian alami selama berada di dasar gua.

Boleh dibilang Gua Jomblang merupakan salah satu highlight wisata petualangan dan minat khusus di Jogja. Saking kecenya, tempat ini pernah dijadikan lokasi syuting Amazing Race USA pada tahun 2011. Kalau kalian mau ngintip videonya di youtube itu gila parah, keren abis. Beberapa iklan produksi Indonesia juga pernah mengambil gambar di gua ini dan hasilnya sama, membuat bibir berdecak kagum.

Pesona utama dari Gua Jomblang adalah keberadaan ray of light yang memancar dari lubang Luweng Grubug yang berada 90 meter jauh di permukaan tanah. Guyuran cahaya putih cemerlang yang menyerupai lampu sorot panggung pentas tersebut dikenal dengan istilah cahaya surga, light of heaven. Sedang saya sendiri menyebutnya kirana, cahaya nan molek.

Tak semua orang yang mengunjungi Gua Jomblang bisa beruntung mendapatkan fenomena yang sangat indah ini. Cahaya surga hanya bisa didapatkan mulai pukul 10.00 – 11.00 WIB dengan syarat cuaca cerah dan matahari tidak tertutup mendung. Jika kamu tiba sebelum maupun sesudah jam tersebut cahaya masih tetap ada, hanya saja bias cahayanya tidak lagi seperti lampu sorot melainkan sudah buyar dan memenuhi semua chamber.

Untuk menjumpai cahaya surga ini pun ada serangkaian tantangan yang harus kamu lewati. Yang pertama ada bergelantungan di tali kernmantel untuk turun ke dasar Gua Jomblang. Hal ini dikarenakan Jomblang merupakan gua vertikal yang berbentuk luweng atau sumuran. Meskikamu tidak pernah bermain dengan tali sebelumnya, tak perlu takut. Akan ada pemandu yang membimbingmu dan memastikan keselamatanmu terjamin. Lagipula sebelum kamu memulai penelusuran gua atau caving akan ada pelatihan sederhana mengenai SRT atau single rope technique oleh instruktur.

Begitu menjejakkan kaki di dasar Gua Jomblang, kamu akan menjumpai hutan purba yang dihiasi pohon-pohon besar serta tanaman yang sangat jarang bahkan tidak akan kamu temukan di permukaan tanah. Meskipun kondisi tanah Gunungkidul kering dan pohonnya meranggas, pohon-pohon di dasar gua ini selalu berdaun hijau segar dan rimbun setiap waktu. Tantangan pertama terlewati, sekarang saatnya memasuki tantangan kedua, yakni berjalan menuruni setapak yang licin menuju chamber besar. Di dalam chamber tersebut susasana mulai gelap dan perlahan menjadi gelap total. Kita harus menyalakan alat penerang seperti senter atau headlamp.

Di dalam ceruk raksasa tersebut terdapat sebuah lorong gelap yang menghubungkan dengan Luweng Grubug. Berjalanlah dengan pelan dan hati-hati. Nikmatilah kegelapan dan kesunyian yang ada di dasar gua. Kalau untuk saya berada di bagian ini adalah momen refleksi diri. Kembali menyadari bahwa saya jauh lebih kecil daripada butiran debu di hadapan semesta yang maha luas ini. Jauh di dasar bumi yang tidak terlihat manusia, Allah menciptakan pahatan yang begitu sempurna lengkap dengan segala keindahannya. Jadi tak perlu lah saya takut menjalani hidup, karena saya percaya Dia pasti menjaga.

Memasuki akhir lorong kamu akan mulai mendengarkan suara bising dan gemuruh. Jangan takut! Itu adalah suara air sungai yang mengalir di bawah tanah. Suaranya terdengar sangat bising karena dipantulkan oleh dinding-dinding gua. Lantas secercah cahaya terang menjadi pertanda bahwa kamu sudah mendekati apa yang selama ini dicari.

Dan disinilah kamu sekarang. Di bawah Luweng Grubug lengkap dengan cahaya surga yang memancar sempurna. Abadikan momen ini sebaik-baiknya, entah menggunakan lensa kamera maupun mata. Karena tidak semua orang bisa menyaksikan keindahan alam ini. Tapi selama memotret jangan lupa untuk terus memperhatikan keselamatan, sebab tempat ini cukup licin. Salah-salah kamu bisa tergelincir dan jatuh ke sungai yang mengalir hingga bermuara di Pantai Baron.

Kalau dirasa sudah cukup, silahkan kembali lagi ke titik awal. Menyurusi lorong gelap hingga tiba lagi di hutan purba. Petualangan belum berakhir disini. Karena setelah ini tenagamu akan terkuras habis untuk naik lagi ke permukaan tanah menggunakan. Jika biasanya dessert itu sesuatu yang manis dan enak, dessert petualangan ini justru sesuatu yang menguras energi dan menantang. Namun percayalah semua ini akan sebanding dengan keindahan dan pengalaman yang didapatkan. Bukankah semakin sulit menggapai sesuatu maka kita akan semakin menghargainya?

Berhubung caving di Gua Jomblang merupakan wisata minat khusus dan cukup berisiko, maka untuk memasukinya kamu wajib didampingi pemandu maupun instruktur terlatih. Jika kamu memiliki kawan penggiat aktivitas outdoor, kamu bisa mengajak mereka turut serta. Namun jika tidak punya, kamu bisa menghubungi tour operator yang banyak menawarkan wisata petualangan ini. Pastikan tour operator yang kamu pilih memiliki instruktur terlatih serta alat yang sesuai dengan safety procedure caving gua vertikal.

 

Related Posts

Aku-dan-mitos-masjid-agung-mataram Aku dan Mitos Masjid Agung Mataram
Masjid adalah rumah Tuhan yang suci. Manusia adalah hamba, yang senantiasa meminta Dan selalu mensucikan tempat-NYA
/
Prie Dn /
21 1251 0
Serunya-sandboarding-di-gumuk-pasir-parangkusumo Serunya Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo
Selain memiliki keraton, tugu, pantai, dan Malioboro, Jogja juga memiliki salah satu spot untuk liburan dengan gaya adventur yang unik, yaitu sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo. Emang bisa ya? Bisa banget dong.
/
Didik Tama /
0 644 0