Sumber: Dok. Pribadi
Since Novayanti Since Novayanti

Ragam Rasa Museum Sono Budoyo

“ Merdeka hanyalah sebuah jembatan. Walaupun jembatan emas.....diseberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa...satu ke dunia sama ratap sama tangis ”- Ir.Soekarno

Museum !!

Di zaman modern saat ini, kata museum semakin menjadi sekedar nama tempat yang dipahami sebagai tempat peninggalan benda – benda bersejarah ataupun kisah – kisah bersejarah yang sudah terjadi di masa yang sangat lampau. Hanya berhenti di pemahaman tersebut tanpa mau menggali dan mempertajam sejarah tersebut dengan mengunjungi museum – museum yang ada di Indonesia ini. Sebagian besar masyarakat Indonesia terlebih generasi penerus bangsa saat ini menganggap bahwa museum adalah salah satu objek wisata yang baru akan dikunjungi bila sudah kehabisan objek wisata yang menarik dan cenderung pula akan cepat merasa bosan sehingga stelah mengunjungi satu museum, itu sudah cukup. Padahal, museum yang satu dengan museum yang lain menyimpan sejarah yang berbeda – beda dan menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Museum Sono Budoyo.

Museum Sono Budoyo merupakan museum sejarah dan kebudayaan Jawa yang terletak di Yogyakarta. Museum Sono Budoyo ini terdiri dari 2 tempat yaitu di Jalan Trikora No. 6 Yogyakarta dan di Jalan Dalem Condrokiranan, Wijilan yang berada di sebelah timur Alun – Alun Utara Keraton Yogyakarta. Namun, diantara kedua Museum Sono Budoyo ini yang paling lengkap menyimpan sejarah dan budaya yang dapat kita lihat secara nyata dan sudah dikelompokkan di ruang masing – masing adalah museum yang terletak di Jalan Trikora No. 6 Yogyakarta, sedangkan museum yang berada di Jalan Dalem Condrokiranan, Wijilan, di sebelah timur Alun – Alun Utara Keraton Yogyakarta adalah museum yang sering digunakan untuk pertunjukan wayang pada hari – hari yang ditentukan.

Museum ini tutup pada hari Senin dan Hari Besar. Sedangkan pada hari Selasa sampai Kamis museum ini buka dari pukul 08.00 – 15.30 WIB. Pada hari Jum’at buka dari pukul 08.00 – 14.30 WIB. Pada hari Sabtu dan Minggu museum ini buka dari pukul 08.00 – 15.30 WIB. Untuk dapat masuk ke museum ini pun tidak sulit. Cukup dengan membeli tiket masuk yang sangat terjangkau yaitu 3000 rupiah. Selain itu, yang lebih menarik lagi adalah ketika telah membayar tiket masuk, akan ada pemandu yang membatu mendampingi dan mengarahkan pengunjung sekaligus menceritakan sejarah dan budaya yang ada di Museum Sono Budoyo tersebut. Menarik sekali dan dijamin tidak akan menyesal.

1. Ruang Pengenalan menuju Ruang Prasejarah

Ruang Pengenalan Menuju Ruang Prasejarah Sumber: Dok. Pribadi

Diruang pengenalan, pemandu akan menjelaskan sedkit mengenai benda benda yang terdapat di ruang pengenalan tersebut, tak banyak tapi menarik untuk diketahui. Setelah dari ruang pengenalan, pemandu akan mengarahkan ke ruang prasejarah. Di ruang prasejarah, pemandu akan menjelaskan mengenai benda – benda peninggalan masa prasejarah yang memang menggambarkan cara hidup manusia pada masa lampau, seperti berburu, mengumpulkan dan meramu makanan yang mana pada tingkat selanjutnya manusia mulai bercocok tanam secara sederhana serta melakukan upacara – upacara keagamaan yang berhubungan dengan religi.


2. Ruang Klasik dan Peninggalan Islam

Ruang Klasik Dan Peninggalan Islam Sumber: Dok. Pribadi

Di ruangan ini, pemandu akan menjelaskan mengenai sistem kemasyarakatan, bahasa, religi, kesenian, ilmu pengetahuan, peralatan hidup dan sistem mata pencaharian manusia pada masa lampau. Di ruangan ini, peralatan – peralatannya masih dapat dilihat dengan jelas oleh pengunjung mengenai bentuk peralatan – peralatan manusia pada masa lampau.


3. Ruang Batik, Ruang Wayang dan Ruang Topeng

Ruang Batik, Ruang Wayang Dan Ruang Topeng Sumber: Dok. Pribadi

Di ruang batik, pemandu akan menjelaskan mengenai beberapa koleksi batik yang ada di museum tersebut. Selain itu, pemandu juga akan menjelaskan mengenai proses membatik yang dimulai dari pembuatan dan pengerjaan pola sampai proses jadinya sebuah batik. Kemudian, dari ruang batik pemandu akan mengajak pengunjung ke ruang wayang dimana pengunjung akan dijelaskan mengenai ragam wayang dan kisah diakuinya wayang oleh dunia. Kemudia, dari ruang wayang, pengunjung akan diajak ke ruang topeng yang mana pemandu akan menjelaskan beragam topeng – topeng yang dulu pernah ada dan masih sering digunakan pada acara – acara Jawa. Di ruangan ini para pengujung dapat melihat salah satu bentuk karya seni tradisional Indonesia dan pemandu akan menjelaskan mengenai perkembangan topeng – topeng tersebut dari masa lampau sampai masa kini bersamaan dengan nilai – nilai budaya dan seni budaya. Tak lupa pula mengenai topeng – topeng yang tampil dalam bentuk tradisional yang memang memiliki fungsi sebagai sarana upacara dan pertunjukan. 


4. Ruang Jawa Tengah, Ruang Emas dan Ruang Bali

Ruang Jawa Tengah, Ruang Emas Dan Ruang Bali Sumber: Dok. Pribadi

Di ruang Jawa ini, pemandu akan menjelaskan mengenai ruang – ruang khas Jawa seperti susunan meja dan kursi yang berada di teras rumah Jawa Tengah, bentuk rumah Jawa Tengah, pintu masuk rumah Jawa Tengah dan beberapa hal lain yang menjadi ciri khas rumah Jawa Tengah. Setelah dari ruang Jawa Tengah, pemandu akan mengajak pengunjung menuju ruang emas dimana pengunjung dapat melihat perlengkapan – perlengkapan yang terbuat dari emas dan digunakan pada zaman dahulu serta dapat memahami masing – masing fungsinya. Setelah dari ruang emas, pengunjung akan terpukau dengan ruang selanjutnya yaitu ruang Bali dengan kesan yang mewah. Di ruang Bali ini, pengunjung akan merasa tersiram cahaya emas. Ukiran – ukiran emas yang menunjukkan bentuk rumah mewah Bali secara lengkap memang sangat unik dan mewah sehingga membuat pengunjung terterik untuk mendengarkan penjelasan di pemandu sembali photo sana – sini seolah tak mau kehilangan kesempatan tersebut. Di ruang inilah kesan kemewahan itu lebih terpancar. Namun, bukan berarti telah berakhir di ruang Bali ini melainkan masih ada satu atau dua ruang lagi seperti ruang senjata dan ruang patung yang dapat membuat pengunjung melihat dan memahami senjata – senjata dan patung – patung yang ada dari masa lampau dan menjadi sejarah di masa kini.

Nah, begitu banyak dan masih banyak kesan yang tentunya akan berbeda – beda pada setiap pengunjung apabila berkunjung ke Museum Sono Budoyo. Tak perlu takut kecewa, mengggali sejarah dan budaya yang belum diketahui pada sebelumnya adalah hal yang menarik. Apalagi saat bersama keluarga, teman, sahabat, pacar ataupun datang sendiri. Sejarah itu memang seperti hal yang misterius dan kuno. Namun, menarik untuk diketahui dan menjadi ilmu yang tak bisa di rupiahkan oleh siapapun. Jadi, jangan lupa berkunjung ke Museum Sono Budoyo. 

 

Share

Related Posts

Tempat-tempat-piknik-di-jogja-dengan-harga-tiket-di-bawah-sepuluh-ribu Tempat-Tempat Piknik di Jogja dengan Harga Tiket di Bawah Sepuluh Ribu
Mau piknik tapi tanggal tua? Atau gajian masih lama? Tak usah khawatir, kamu masih bisa kok berwisata ria sama teman cuma modal Rp 10 ribu saja. Lalu ke mana?
/
Joana Rizki /
3 675 0
Gereja-gotik-jogja-ternyata-bukan-tempat-ibadah Gereja Gotik Jogja Ternyata Bukan Tempat Ibadah
Bentuk dari Gereja Gotik atau Gereja Tua Yogyakarta yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa acap kali mencuri perhatian masyarakat, baik mereka yang bermukim di Yogyakarta ataupun bagi mereka yang sekedar berkunjung dan melihat bangunan ini.
/
Iriana Septi /
2 653 0