Sumber: Dok. Pribadi
Andre Mbos Andre Mbos

Serabi Kocor Ngadinem

Serabi Kocor Ngadinem adalah penjual serabi kocor yang fresh from the anglo dan hanya tersisa satu satu nya di sepanjang jl. bantul dari Ringroad Selatan sampai dengan Bantul kota

Serabi adalah makanan tradisional yang sudah lama ada di negeri ini. Makanan satu ini dimasak diatas anglo kecil dan dengan wajan yang terbuat dari tanah liat atau gerabah. Bahan utama yang digunakan cukup mudah di dapat di pasar pasar tradisional. Sedangkan serabi kocor sendiri mirip dengan serabi tetapi penyajian nya tidak dalam bentuk kering tetapi disiram atau di kocori dengan air gula merah yang didalamnya juga terdapat potongan nangka yang sebelumnya sudah direndam. Jadi saus nya ini memiliki aroma harum nangka.

Serabi kocor yang banyak dijual di Jogja terutama dibawa oleh penjual tenongan biasanya disantap oleh pembeli dalam keadaan dingin. Serabi kalau sudah dingin akan terasa lebih keras saat digigit dan rasa nya menjadi berubah. 

Serabi Kocor Ngadinem yang terletak di pinggiran jl. Bantul atau lebih tepat nya di utara perempatan Kasongan menempati sebuah gubuk sederhana yang kadang diterpa angin kendaraan yang melaju dengan cepat. Penjual nya terdiri dari 3 orang yang kelihatan nya memiliki tugas masing masing : memasak serabi, membungkus kuah/saus gula jawa dan melayani pembeli. Anglo yang tersedia ada kurang lebih 4 buah dan bergantian adonan serabi nya dituangkan ke atas wajan tanah liat kecil tersebut.

Tempat yang tersedia untuk makan di tempat hanya cukup untuk maksimal 10 orang duduk lesehan itupun tanpa meja, jadi setiap makan hanya disangga dengan tangan. Satu porsi yang disajikan jumlah nya 1 tangkep (sepasang) dan penikmat serabi kocor cukup membayar Rp 2.000,- saja dan tentunya tidak tersedia air minum.

Setiap kali berkunjung ke Serabi Kocor Ngadinem ini jarang terlihat ada pengunjung yang duduk dan makan di tempat, hampir 90%  memesan untuk dibawa pulang. Memesan nya tidak sekedar 2 - 4 tangkep tetapi ada yang sampai 20 atau bahkan 40 tangkep. Betul betul luar biasa penjual yang satu ini. Dan pesanan yang dibuatkan benar benar sesuai urutan pesanan, sangat jarang terjadi ada yang memesan 20 tangkep lalu kemudian pengunjung berikut nya datang untuk makan ditempat dibuatkan terlebih dahulu atau bahasa jawanya diseseli, walaupun cuma 1 tangkep. Mungkin karena hal tersebut maka sedikit orang yang makan ditempat, disamping tempat nya memang tidak mendukung untuk hal tersebut

Serabi kocor nya memiliki tekstur seperti serabi pada umumnya namun dipastikan ini hangat karena langsung diangkat dari wajan nya, lalu kuah gula merah nya disiram kan keatas serabi tidak lupa ada potongan nangka nya dan ini yang membuat aromanya nikmat sekali. Dari setiap suapan terasa kerak kerak hangus nya wajan serabi yang masih menempel bercampur dengan rasa kelapa dan tepung beras nya. Semua nya bercampur jadi satu.

Konon di pinggir jalan ini dahulu berderet deret penjual serabi kocor tetapi seiring dengan berlalu nya waktu hanya tersisa Serabi Kocor Ngadinem ini saja yang bertahan.  Penulis sempat membuat video saat makan disana : https://youtu.be/J2WqTmA33wA . Tempat ini menjadi salah satu 

Kepunahan kalau boleh disebut secara ekstrem terkadang disebabkan karena generasi mudanya menganggap bahwa apa yang generasi sebelumnya lakukan sudah kuno dan ekosistem menganggap itu sudah tidak layak dilestarikan. Apakah kita akan membiarkan kuliner kuliner tradisional seperti ini hilang begitu saja?


Related Posts

Serabi-kocor-ngadinem-177 Serabi Kocor Ngadinem
The Last Serabi Kocor yang bisa makan hangat hangat langsung setelah keluar dari wajan serabi nya
/
Andre Mbos /
0 477 0
Nyari-oleh-oleh-bakpia-yang-enak-di-jogja-di-sini-nih-tempatnya Nyari Oleh-oleh Bakpia yang Enak di Jogja? Di Sini Nih Tempatnya!
Rasanya kurang afdol jika berkunjung ke suatu daerah atau ke tempat wisata tanpa membawa oleh-oleh atau kenang-kenangan. Bukan sekedar barang lho, tetapi juga bisa dijadikan kesan, kepuasaan dan “cerita” untuk sanak saudara di kampung halaman.
/
Adinia Sely /
3 947 0